"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri) Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER
Rakyat Aceh Online : NASIONAL - Stop, Kenaikan Harga
Dampak TDL Baru, SBY Minta Pengusaha Tidak Ambil Kesempatan Rabu, 21 Juli 2010 | 10:10 Stop, Kenaikan Harga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengimbau dunia usaha tidak memanfaatkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebagai alasan meningkatkan harga berlipat-lipat. Dia meminta kenaikan tarif tersebut tidak digunakan sebagai kesempatan untuk meningkatkan harga di luar batas kepatutan.
"Saya juga tidak segan-segan memberikan peringatan bagi mereka yang sama sekali tidak punya hati dengan menaikkan ongkos produksi, baik barang dan jasa, yang melebihi kepatutan," kata SBY dalam rapat kabinet terbatas bidang perekonomian di Kantor Presiden, kemarin.
SBY mengatakan, pelipatgandaan kenaikan harga oleh perusahaan secara moral tidak bisa dibenarkan. "Itu adalah tanggung jawab yang tidak baik karena menggunakan kesempatan ketika kita semua menghadapi masalah yang harus dicarikan solusi," tutur SBY.
Presiden meminta Menko Perekonomian Hatta Rajasa memastikan semua yang dilakukan oleh PT PLN dan dunia usaha sudah tepat. Semua pihak, papar dia, harus memiliki tanggung jawab tinggi untuk menyelamatkan perekonomian. Juga, menumbuhkan ekonomi dengan menjalankan kebijakan perusahaan yang bertanggung jawab.
SBY mengatakan, kebijakan menaikkan TDL adalah pilihan yang tidak mudah. "Keputusan pahit yang diambil pemerintah," jelas SBY. Namun, terang dia, jika keputusan pengurangan subsidi listrik tidak diambil, dampak buruk yang ditimbulkan lebih besar.
Yang terpenting, lanjut dia, pemerintah sudah mempertimbangkan dengan saksama seraya melindungi konsumen ekonomi lemah. "Persentase kenaikan pun tidak tinggi. Selain itu, sudah kami hitung dampak kenaikan ongkos produksi/cost of production perusahaan-perusahaan kita karena kenaikan itu.
Mari kita kontrol, kita pastikan tidak ada penyimpangan-penyimpangan," ulas dia Hatta menambahkan, kenaikan TDL untuk industri tidak akan melebihi 18 persen. "Jadi, tidak boleh lebih. Kalau naik lebih, harus di-keep. Sederhananya, dari tagihan terakhir, kenaikan tertinggi 18 persen, tidak boleh lebih," ucap Hatta.
Mengenai lonjakan harga kebutuhan pokok, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, saat ini yang sulit dikendalikan hanya harga cabai merah. "Harga sebagian besar bahan pokok tidak melonjak, kecuali cabai. Kami akui bahwa cabai merah dan keriting mengalami lonjakan harga gara-gara pasokan yang terganggu musim," ujar Mari.
Meski demikian, dia optimistis harga kembali stabil. Sebab, Agustus dan September 2010 telah masuk musim panen. Sedangkan harga-harga bahan pokok lain, seperti beras, terus dipantau. Pemerintah telah memberikan keleluasaan kepada Perum Bulog untuk segera melaksanakan operasi pasar apabila harga cenderung naik.
"Tidak usah menunggu instruksi Kementerian Perdagangan. Jadi, bisa langsung dilakukan operasi pasar sehingga kita bisa meyakini stabilnya harga beras," jelas Mari. Saat ini, lanjut dia, Bulog memiliki 500 ribu ton beras untuk operasi pasar. Stok kebutuhan pokok lain, seperti gula, minyak goreng, dan daging, juga masih cukup.
"Jadi, tidak perlu khawatir stok tidak cukup," terang dia. Di bagian lain, Wakil Ketua Komisi IV DPR Anna Muawanah mengatakan, melambungnya harga kebutuhan pokok saat ini disebabkan berbagai faktor. Berapa pun melonjaknya harga kebutuhan pokok, tetap saja petani tidak menikmati. "Sebab, yang menikmati adalah para tengkulak dan mafia sembako," kata Anna kemarin.
Menurut dia, kenaikan harga juga menjadikan para petani sebagai korban. Karena itu, organisasi petani harus bersatu untuk memperjuangkan nasib mereka dan melawan tengkulak yang seenaknya menentukan harga. "Saya tidak mau ikut campur, cuma resah.
Saya berharap HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Red) bisa membantu petani serta memerangi para tengkulak dan mafia sembako," ucap Anna.
Perpecahan organisasi petani, papar dia, hanya akan memperburuk nasib petani kecil.
"Petani sekarang susah. Hasil panen beras jeblok. Panen cabai gagal karena berbagai hal. Kok malah HKTI pecah, saya prihatin," ujar dia. Meski demikian, dia tidak tahu secara mendalam tentang penyebab pecahnya organisasi tersebut. (jpnn)
JENAYAH
BERITA FOTO
SELEBRITA
OLAHRAGA ACEH
IKLAN
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com