"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri) Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER
Rakyat Aceh Online : Headline - Warga Mulai Ketakutan
Akibat Limbah Mercury PT Exxon Rabu, 28 Juli 2010 | 09:51 Warga Mulai Ketakutan LANDENG-Warga Desa Hueng, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara yang sempat menyentuh zat mercury di eks laboratorium Exxon Mobil, mulai resah atas efek samping yang akan dialami.“Kemarin ada sejumlah warga datang ke saya dan mengaku takut setelah ada informasi menyentuh mercury bisa berakibat fatal,” ujar Kades
Hueng Ansari Rasyid kepada Rakyat Aceh, Selasa (27/7).
Dia mengungkapkan, rata-rata yang datang mengadu padanya menyatakan takut dan mereka tak tahu bagaimana mengatasinya sebagai antisipiasi penyakit yang akan mereka alami beberapa tahun ke depan.“Selaku kepala desa saya tidak bisa beri solusi apapun kepada masyarakat saya yang mulai ketakutan itu,”ujarnya lagi.
Sementara itu seorang bocah desa setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, hari kedua setelah ditemukan lubang berisi air raksa, ratusan warga dari berbagai desa datang ke lokasi untuk melihat
metal liquid tersebut. Dia mengaku bersama-sama teman sebayanyabermain-main dengan cairan berbahaya itu.
“Kami sempat saling melempar air raksa saat bermain di lokasi temuan, dan saya tidak merasakan apa-apa setelah terkena air raksa, apalagi zat itu tidak lengket ke tubuh,” ujar bocah 10 tahun mengisahkan.
Hingga kini terhitung sudah hampir sebulan temuan mercury di eks laboratorium Exxon Mobil tersebut. Namun pihak Exxon belum mengambil tindakan sebagai langkah penyelematan warga yang berada di sekitar lingkungannya.
Sementara itu, seperti diberikan koran ini sebelumnya, merkuri berbahaya bagi kesehatan. Warga yang mengonsumsi air yang tercemar merkuri merasakan efeknya sepuluh tahun kemudian. Penyakit yang mungkin timbul, antara lain, kelainan pertumbuhan, cacat fisik, bahkan kematian.
"Karena itu, BLH merasa perlu mengambil sampel air sumur warga untuk diuji di lab," ujar Tim Amdal Badan Lingkungan Hidup (BLH) Aceh Utara Razali. (sjm)
JENAYAH
BERITA FOTO
SELEBRITA
OLAHRAGA ACEH
IKLAN
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com