HEADLINE
 
Penelusuran GeRAk Atas Kasus Korupsi 2007-2010
Selasa, 7 September 2010 | 09:56
Palu Hakim Bebaskan Empat Belas Terdakwa
BANDA ACEH–Kurun waktu tiga tahun (2007-2010), palu hakim telah membebaskan 14 terdakwa kasus korupsi. Dan yang paling banyak terjadi di Peradilan...

++Selengkapnya
>> index
Banda Aceh
 
>> index
Lhokseumawe
 
>> index
Nanggroe
 
>> index
Nasional
 
>> index
Opini
 
>> index
Tahukah Anda?
 
>> index
Rubrik Jumat
 
>> index
Topik Terhangat di Forum
 

Punya ide atau pemikiran baru tapi tak tersalurkan? atau punya masalah? Daripada Ngomong gak tentu arah, lebih baik omongin di sini:
Forum Rakyat Aceh
Bicara Apa Saja!


 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online : NANGGROE - Pemkab Agara Selayaknya Lirik Swasta Kelola Pariwisata
  Rupiah Yang Tercecer Dari Sektor Pariwisata
Jumat, 30 Juli 2010 | 09:52
Pemkab Agara Selayaknya Lirik Swasta Kelola Pariwisata

Kutacane-Banyaknya lokasi wisata di kabupaten Aceh Tenggara yang selama ini masuk dalam anggaran Pemkab Agara melalui APBK, untuk membangun sejumlah fasilitas dilokasi objek wisata dan pembenahan fasilitas lainnya, tentunya disertai dengan harapan akan mampu menjadi salah satu sumber pemasukan bagi daerah tersebut.

Namun sangat disayangkan, harapan akan menjadikan lokasi wisata sebagai sumber terbesar dalam memberikan kontribusi melalui PAD (Pendapatan Asli Daerah), malah terkesan hanya merugikan daerah dengan anggaran ratusan juta yang sudah dituang pada sejumlah lokasi.

Salah satu lokasi yang sangat mubazir karena menghabiskan rupiah dalam pembangunan fasilitasnya, tapi tidak bermanfaat sama sekali. Bahkan fasilitas yang ada juga tidak dirawat adalah objek wisata air panas di Lawe Sumur Uning Sigugur, Kecamatan Babul Rahmah dan Lawe Gerger Kecamatan Ketambe.

Pembangunan kolam air panas di dua lokasi ini, seyogyanya diharapkan menjadi salah satu lokasi wisata favorit. Masyarakat Aceh Tenggara malah tidak lagi dikenal seakan nama lokasi ini tenggelam seiring dengan dibukanya objek wisata Lawe Mamas oleh pihak swasta.

Ironis sekali, lokasi wisata yang dibangun dengan dana ratusan juta rupiah tersebut, belum menghasilkan satu rupiahpun untuk daerah itu. Namun Pemkab Agara kembali melakukan upaya memajukan pariwisata lewat pembangunan water boom pada dua lokasi yaitu Air Terjun Bukit Tusam dan Lawe Gerger.

Malik Hamdani SE pemilik objek wisata Lawe Mamas saat ditemui koran ini, Selasa (27/7) mengaku mampu meraup keuntungan rata-rata Rp 50 juta setiap bulannya dari lokasi wisata yang dibukanya. Keuntungan itu bersih karena sudah membayar gaji karyawan sebanyak 20 orang dengan gaji Rp 1 Juta per bulan untuk setiap orang.

Disinggung dengan kondisi pariwisata Aceh Tenggara yang belum mampu memberikan kontribusi bagi daerah,pengusaha sektor pariwisata ini menilai, kesungguhan pihak terkait dalam mengembangkan pariwisata Agara sangat kurang. Sehingga sektor pariwisata hanya mampu menggerogoti uang daerah tanpa memberikan kontribusinya.

“Bila dikelola dengan baik dan benar maka pariwisata Aceh Tenggara merupakan salah satu sector terbesar dalam pungutan retribusi yang mampu memperkaya daerah melalui PAD nya,namun penggalian sumber PAD dari sektor pariwisata sekarang ini sama sekali tidak efektif dan efisien,” terangnya.

Pembangunan dua unit water boom yang sekarang sedang berjalan, Malik Hamdani merasa sangat yakin dua lokasi ini tidak akan mampu memberikan kontribusi kepada daerah akibat penanganan yang tidak serius serta tidak maksimal.

Bila dua lokasi ini diserahkan dan dipercayakan kepada swasta dengan system kontrak atau bagi hasil,. "Jelas penanganan yang dilakukan akan maksimal dan efektip sebagai sumber PAD," ungkap Malik Hamdani mengakhiri. (amn)

 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  Pemko Harus Perhatikan Pengusaha Lokal
  Unimus Menangkan Program CLCC
  Santuni Anak Yatim Saat Bagi Fitrah
Dandim Gelar Lepas Sambut Kasdim
  Pemberian Izin HTI Seluas 31.472 Ha Dikecam
  Organda Atam Ingatkan Pengusaha Angkutan Umum
Jangan Naikkan Tarif Diluar Keputusan Menhub

JENAYAH
  Lebaran Tak Boleh Gunakan Fasilitas Negara
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, pemanfaatan fasilitas negara oleh pejabat publik...
 
>> index
BERITA FOTO

Razia Parsel
HOTLINE  

061-7883059

SELEBRITA
  Sehidup Semati dengan Raul
Krisdayanti (KD) mantab berhubungan dengan Raul Lemos. Bahkan, mantan istri Anang Hermansyah itu yakin akan sehidup semati dengan Raul....
 
 Sebelumnya
 
  Siap Ditagih Angpao
  Minder Jadi Orang Indonesia
  Mesra Dicium Dhani
 
OLAHRAGA ACEH
  Kontingen Lhokseumawe Empat Besar
LHOKSEUMAWE-Hasil akhir perolehan medali di kejuaraan Porprov XI di Kabupaten Bireun,...
 
>> index
IKLAN

Situs Berita Harian Sumut Pos




Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com
Redaksi: Jl. Panglima Nyak Makam No.39
Banda Aceh Telp. 0651-7422484

IP Anda: 38.107.191.88
| Lokasi: US-UNITED STATES- | Online: 13 User
Copyright © 2005 by