"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri) Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER
Rakyat Aceh Online : NANGGROE - Warga Gotroy Tarik Ketek Hancur ke Darat
Jumat, 30 Juli 2010 | 09:57 Warga Gotroy Tarik Ketek Hancur ke Darat BIREUEN-Sejumlah pemilik alat tangkap ikan jenis ketek (sampan nelayan) di Desa Cureh Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam dan sekitarnya, mengharapkan uluran tangan pemerintah sehingga dapat kembali melaut setelah alat transportasi untuk mencari nafkah itu, hancur total dan rusak berat pasca diterjang angin kencang disertai hujan deras, Selasa (27/7) sore.
Hingga kemarin, masyarakat masih bergotong royong (gotroy) menarik ketek rusak dari laut lepas ke darat.
Menurut informasi diperoleh Rakyat Aceh dilokasi, kegiatan itu sudah dimulai sejak kemarin, bahkan untuk menarik ketek dari laut lepas berjarak sekitar 5 kilometer dari bibir pantai, harus ditarik pakai dua unit bot becak, membutuhkan waktu seharian.
Sekitar belasan meter lagi dari pantai baru ditarik puluhan masyarakat menggunakan tali. “Biaya menarik satu ketek itu bisa mencapai Rp 3 juta,” kata warga.
“Akibat musibah ini kami kehilangan mata pencaharian untuk menutupi kebutuhan keluarga hari-hari, agar bisa pergi melaut lagi dan memperbaiki ketek rusak maupun hancur total itu, kami sangat mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah,” harap Kasim Raden (38) seorang pemilik ketek didampinggi Kamarullah dan Siabang warga Cureh Baroh, ditemui Rakyat Aceh dilokasi, Kamis (29/7).
Menurut mereka lagi, “Satu unit ketek masih baru harganya mencapai Rp 120 juta, sedangkan yang sudah pernah dipakai harganya berkisar Rp 70-80 juta/ketek. Ketek hancur total dan rusak berat itu sudah ditarik dari laut lepas sudah semua ditarik menuju darat,” jelas warga dan pemilik ketek itu disela-sela berlangsungnya proses evakuasi bersama sejumlah masyarakat lainnya.
Kata warga, delapan alat penangkap ikan yang hancur itu yakni miliknya, Mukhtar Bintang (38), Marwan Umar (40), M Kasem Raden (38), Syamaun AR (42), Nazar Jahidin (35), Darkasyi Manyak (37), Marwan Umar (40) dan Muktar Bintang (38) warga Desa Cureh Tunong. Dua lainnya milik, Ismail Abdullah (42) warga Desa Peuneleut, dan Dayat (37) warga Desa Ule Kareng, kecamatan itu.
Harapan senada juga diutarakan Panglima Laot, Kecamatan Simpang Mamplam, Nurdin Bintang ditemui secera terpisah dipinggir pantai itu. “Supaya nelayan bisa kembali pergi melaut apalagi sudah menjelang memasuki bulan suci ramadhan, dan lebaran mendatang kami mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Seraya menambahkan, total kerugian mencapai ratusan juta rupiah, ketek masih bisa diperbaiki sudah ditarik ke darat. (rah)
JENAYAH
BERITA FOTO
SELEBRITA
OLAHRAGA ACEH
IKLAN
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com