"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri) Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER
Rakyat Aceh Online : BANDA ACEH - Data Tak Valid Bantuan Beasiswa Tersendat
Ngendap Rp 1,216 M di BPD Jumat, 30 Juli 2010 | 10:04 Data Tak Valid Bantuan Beasiswa Tersendat ACEH UTARA- Akibat memiliki data yang tidak valid telah menyebabkan 676 anak yatim korban konflik di Kabupaten Aceh Utara, hingga saat ini belum dapat memperoleh bantuan beasiswa bersumber dari Badan Reintegrasi Aceh (BRA).
Padahal, perdamaian Aceh sudah berlangsung hampir lima tahun lamanya. Namun, ratusan anak yatim korban konflik dari sejumlah kecamatan di Aceh Utara, tidak dapat menikmati bantuan beasiswa sebagaimana mestinya. Kini kondisi mereka sangat memprihatikan, apalagi orang tua mereka sudah lama meninggal dunia, akibat menjadi korban konflik Aceh.
Informasi yang diterima wartawan koran ini, kemarin, sejak tahun 2007 lalu para anak yatim ini belum pernah mendapatkan bantuan beasiswa, seperti anak-anak yatim lainnya di Aceh Utara. Sebenarnya, nama-nama mereka sudah terdata pada BRA Aceh Utara dan telah diusulkan ke BRA Pusat.
Akan tetapi, ketika dilakukan pengecekan pada BPD Aceh di Lhokseumawe, bantuan belum ditransper dengan alasan kesalahan pada pengisian identitas diri anak yatim dan keluarganya. “Memang kondisi ini, sepertinya telah persulit oleh pihak BPD dengan berbagai macam alasan mereka, supaya bantuan anak kami diperlambat,” cetus beberapa orang tua perempuan anak yatim korban konflik kepada Rakyat Aceh, kemarin, yang enggan namanya dipublikasikan.
Sementara itu, Ketua BRA Aceh Utara, Tgk. Muhammad Yahya, saat dikonfirmasi wartawan koran ini, juga membenarkan, penyaluran bantuan beasiswa kepada 676 anak yatim korban konflik masih tersedat. “Anggaran untuk beasiswa anak yatim itu mencapai Rp 1,216 Miliar masih tersendat di BPD Aceh Cabang Lhokseumawe.
Dimana untuk masing-masing anak yatim itu berhak mendapatkan beasiswa Rp1,8 juta,”jelasnya.Sebut dia, dengan terpaksa bantuan mereka dipending akibat terjadi kesalahan pada penulisan nama anak yatim penerima bantuan dan termasuk nama ganda serta kesalahanya lainnya.
“Pada intinya, 676 data nama yatim korban konflik itu tidak valid dan perlu disempurnakan oleh BRA Pusat, agar beasiswa mereka dapat segera dicairkan dalam waktu dekat ini,”imbuhnya. (arm)
JENAYAH
BERITA FOTO
SELEBRITA
OLAHRAGA ACEH
IKLAN
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com