"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri) Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER
Rakyat Aceh Online : BANDA ACEH - Pasien JKA Dipungut Biaya Obat Bius
Terjadi di RSUD Idi Rayeuk Jumat, 30 Juli 2010 | 10:06 Pasien JKA Dipungut Biaya Obat Bius IDI RAYEUK- Aulia Agustina alias Lia ( 25) warga Desa Buket Drien Kecamatan Sungai Raya Aceh Timur, salah seorang pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idi Rayeuk, sangat kecewa terhadap pelayanan rumah sakit tersebut. Pasalnya, dia dipungut biaya obat bius saat menjalani operasi kanker payu dara di rumah sakit tersebut.
Tidak hanya sekedar itu, tetapi melihat kondisi RSUD Idi, yang tidak memiliki air yang cukup dan ruangan WC berserek tinja yang tidak layak dihuni oleh pasien, membuat pasien keluar dari ruang rawat inap sehari pasca operasi. Kini pasien mulai membaik, namun masih berobat jalan.
Lia kepada Koran ini Kamis (29/7) mengisahkan, kalau dirinya mengalami penyakit kanker payu dara pada awal tahun 2005 penyakit ini tidak parah. “Tapi beberapa bulan terakhir sudah mulai parah, sehingga kami periksa ke Puskesmas Sungai Raya.
Setelah dipastikan diagnosa Kangker Payudara, akhirnya Rabu (21/7) pagi, saya dirujuk ke RSUD Idi,” ungkap Aulia Agustiana, pasien JKA itu.Katanya setelah tiba di RSUD Idi, dia bersama keluarganya menunjukkan Kartu Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) sebagai tanda jaminan. Usai segala bentuk administrasi, Aulia Agustiana, diputuskan oleh dokter yang menanganinya untuk segera dilakukan operasi di ruang bedah pada hari itu juga.
Setelah Aulia berada di ruang bedah, tim dokter yang akan mengoperasinya lalu meminta agar keluarga pasien membeli sejenis obat bius yang tersedia di dalam ruang bedah RSUD Idi. “Obat itu kata dokter hanya tersedia disana. Sehingga kami terpaksa membelinya, padahal kami masuk ke sana menggunakan JKA,” kata Lia..
Lia melanjutkan, saat dirinya mengatakan pasien JKA, namun beberapa tenaga perawat yang mendampingi dokter bedah ikut mengutarakan kalimat yang menyakitkan keluarga pasien. “Kata perawat, jika tidak mampu beli obat maka harus gigit sandal untuk menahan sakit,” sebut Aulia seraya mengatakan, tanpa pikir panjang, keluarga Aulia menuruti permintaan dokter hingga selesai dilakukan operasi dan dirawat disana selama satu hari.
Sementara itu, Direktur RSUD Idi, dr. H. Edi Gunawan, MARS ketika dimintai keterangan mengakui adanya kendala-kendala di RSUD Idi, baik sumbatnya saluran pembuangan kotoran, maupun kekuranagan air bersih. “RSUD Idi, kita akui kurang air, karena sumbernya hanya satu yakni sumur bor, jika sebuah RSUD tidak tersedia air dari PDAM, pasti tidak menampung kebutuhan air untuk pasien atau keluarga pasien, “ ucap dr Edi Gunawan.
Terkait tim dokter bedah yang menganjurkan agar pasien JKA untuk membeli obat bius sebelum dilakukan operasi, Edi mengatakan, hal itu hanya anjuran dokter. “Terkadang ada pruduk obat yang tidak termasuk dalam JKA , jika pasien menggunakannya lebih baik dari obat bius yang tersedia dalam pelayanan JKA,
jadi dalam kasus yang dialami Aulia, seharusnya tidak terjadi konplin lagi, karena pihak keluarga telah menerimanya tawaran obat diluar JKA, “ ujar dr Edi Gunawan, seraya mengatakan pihaknya untuk kedepan akan mengintruksikan dokter bedah untuk tidak menawarjkan lagi obat bius diluar JKA. (mag-32)
JENAYAH
BERITA FOTO
SELEBRITA
OLAHRAGA ACEH
IKLAN
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com