HEADLINE
 
Penelusuran GeRAk Atas Kasus Korupsi 2007-2010
Selasa, 7 September 2010 | 09:56
Palu Hakim Bebaskan Empat Belas Terdakwa
BANDA ACEH–Kurun waktu tiga tahun (2007-2010), palu hakim telah membebaskan 14 terdakwa kasus korupsi. Dan yang paling banyak terjadi di Peradilan...

++Selengkapnya
>> index
Banda Aceh
 
>> index
Lhokseumawe
 
>> index
Nanggroe
 
>> index
Nasional
 
>> index
Opini
 
>> index
Tahukah Anda?
 
>> index
Rubrik Jumat
 
>> index
Topik Terhangat di Forum
 

Punya ide atau pemikiran baru tapi tak tersalurkan? atau punya masalah? Daripada Ngomong gak tentu arah, lebih baik omongin di sini:
Forum Rakyat Aceh
Bicara Apa Saja!


 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online : BANDA ACEH - Pasien JKA Dipungut Biaya Obat Bius
  Terjadi di RSUD Idi Rayeuk
Jumat, 30 Juli 2010 | 10:06
Pasien JKA Dipungut Biaya Obat Bius

IDI RAYEUK- Aulia Agustina alias Lia ( 25) warga Desa Buket Drien Kecamatan Sungai Raya Aceh Timur, salah seorang pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idi Rayeuk, sangat kecewa terhadap pelayanan rumah sakit tersebut. Pasalnya, dia dipungut biaya obat bius saat menjalani operasi kanker payu dara di rumah sakit tersebut.

Tidak hanya sekedar itu, tetapi melihat kondisi RSUD Idi, yang tidak memiliki air yang cukup dan ruangan WC berserek tinja yang tidak layak dihuni oleh pasien, membuat pasien keluar dari ruang rawat inap sehari pasca operasi. Kini pasien mulai membaik, namun masih berobat jalan.

Lia kepada Koran ini Kamis (29/7) mengisahkan, kalau dirinya mengalami penyakit kanker payu dara pada awal tahun 2005 penyakit ini tidak parah. “Tapi beberapa bulan terakhir sudah mulai parah, sehingga kami periksa ke Puskesmas Sungai Raya.

Setelah dipastikan diagnosa Kangker Payudara, akhirnya Rabu (21/7) pagi, saya dirujuk ke RSUD Idi,” ungkap Aulia Agustiana, pasien JKA itu.Katanya setelah tiba di RSUD Idi, dia bersama keluarganya menunjukkan Kartu Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) sebagai tanda jaminan. Usai segala bentuk administrasi, Aulia Agustiana, diputuskan oleh dokter yang menanganinya untuk segera dilakukan operasi di ruang bedah pada hari itu juga.

Setelah Aulia berada di ruang bedah, tim dokter yang akan mengoperasinya lalu meminta agar keluarga pasien membeli sejenis obat bius yang tersedia di dalam ruang bedah RSUD Idi. “Obat itu kata dokter hanya tersedia disana. Sehingga kami terpaksa membelinya, padahal kami masuk ke sana menggunakan JKA,” kata Lia..

Lia melanjutkan, saat dirinya mengatakan pasien JKA, namun beberapa tenaga perawat yang mendampingi dokter bedah ikut mengutarakan kalimat yang menyakitkan keluarga pasien. “Kata perawat, jika tidak mampu beli obat maka harus gigit sandal untuk menahan sakit,” sebut Aulia seraya mengatakan, tanpa pikir panjang, keluarga Aulia menuruti permintaan dokter hingga selesai dilakukan operasi dan dirawat disana selama satu hari.

Sementara itu, Direktur RSUD Idi, dr. H. Edi Gunawan, MARS ketika dimintai keterangan mengakui adanya kendala-kendala di RSUD Idi, baik sumbatnya saluran pembuangan kotoran, maupun kekuranagan air bersih. “RSUD Idi, kita akui kurang air, karena sumbernya hanya satu yakni sumur bor, jika sebuah RSUD tidak tersedia air dari PDAM, pasti tidak menampung kebutuhan air untuk pasien atau keluarga pasien, “ ucap dr Edi Gunawan.

Terkait tim dokter bedah yang menganjurkan agar pasien JKA untuk membeli obat bius sebelum dilakukan operasi, Edi mengatakan, hal itu hanya anjuran dokter. “Terkadang ada pruduk obat yang tidak termasuk dalam JKA , jika pasien menggunakannya lebih baik dari obat bius yang tersedia dalam pelayanan JKA,

jadi dalam kasus yang dialami Aulia, seharusnya tidak terjadi konplin lagi, karena pihak keluarga telah menerimanya tawaran obat diluar JKA, “ ujar dr Edi Gunawan, seraya mengatakan pihaknya untuk kedepan akan mengintruksikan dokter bedah untuk tidak menawarjkan lagi obat bius diluar JKA. (mag-32)

 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  63 Korban Konflik dan Tsunami Khitanan Gratis
  H-4 Idul Fitri
Penjualan Tiket Pesawat Masih Tersedia
  Amankan Mudik
Poltabes Kerahkan 116 Personil
  Amankan Arus Mudik Pakai Sniper
  Antisipasi Kecelakaan Mudik
Sopir Wajib Tes Urine

JENAYAH
  Lebaran Tak Boleh Gunakan Fasilitas Negara
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, pemanfaatan fasilitas negara oleh pejabat publik...
 
>> index
BERITA FOTO

Razia Parsel
HOTLINE  

061-7883059

SELEBRITA
  Sehidup Semati dengan Raul
Krisdayanti (KD) mantab berhubungan dengan Raul Lemos. Bahkan, mantan istri Anang Hermansyah itu yakin akan sehidup semati dengan Raul....
 
 Sebelumnya
 
  Siap Ditagih Angpao
  Minder Jadi Orang Indonesia
  Mesra Dicium Dhani
 
OLAHRAGA ACEH
  Kontingen Lhokseumawe Empat Besar
LHOKSEUMAWE-Hasil akhir perolehan medali di kejuaraan Porprov XI di Kabupaten Bireun,...
 
>> index
IKLAN

Situs Berita Harian Sumut Pos




Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com
Redaksi: Jl. Panglima Nyak Makam No.39
Banda Aceh Telp. 0651-7422484

IP Anda: 38.107.191.86
| Lokasi: US-UNITED STATES- | Online: 10 User
Copyright © 2005 by